Make your own free website on Tripod.com

PROGRAM TABUNGAN HARI TUA

1. Tujuan

    Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil & keluarganya.

2. Peserta

    Peserta Program Tabungan Hari Tua terdiri dari :

   a. Pegawai Negeri Sipil ( tidak termasuk Pegawai Negeri Sipil di lingkungan    Departemen HANKAM )

       yaitu :

      - Pegawai Negeri Sipil Pusat ;

      - Pegawai Negeri Sipil Daerah Otonom ;

      - Pegawai Negeri Sipil Pusat yang diperbantukan pada BUMN / BUMD,   Swasta/Yayasan ;

      - Pegawai Negeri Sipil Pusat/Daerah Otonom yang ditempatkan pada KBRI/Perwakilan di Luar Negeri.

   b.Pejabat Negara

   c. Pegawai Badan Usaha Milik Negara ex IBW / ICW

3. Masa Kepesertaan :

   Kepesertaan Program Tabungan Hari Tua ( THT ) dimulai sejak yang bersangkutab diangkat sebagai Calon Pegawai/ Pejabat Negara s/d saat berhenti sebagai Pegawai /Pejabat Negara.

4.Kewajiban Peserta / Instansi :

   a. Membayar Iuran sebesar 3,25 % ( Tiga seperempat prosen ) dari penghasilan pegawai setiap bulan ;

   b. Memberikan keterangan mengenai data diri dan keluarga ;

   c. Melaporkan perubahan data penghasilan, data diri dan data keluarga ;

   d. Yang dimaksud penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Keppres No.8/1977 adalah Gaji Pokok + Tunjangan Istri + Tunjangan anak.

5 Hak Peserta  :

   a. Tabungan Hari Tua (THT) diberikan dalam hal peserta berhenti karena :

      - Pensiun ;

      - Meninggal dunia pada masa aktif ;

      - Sebab-sebab lain (bukan karena pensiun atau meninggal dunia).

  b. Asuransi Kematian, diberikan dalam hal terjadi kematian atas diri :

      - Peserta ( baik semasa masih aktif maupun setelah pensiun) ;

      - Istri / suami dan anak-anak peserta ;

      -Istri / suami dari Pejabat Negara yang masih aktif.

c. Berdasarkan Surat Edaran Direksi No. SE-28/DIR/1994 tanggal 13 Desember 1994 perihal Paket Pelayanan kepada Janda/Duda penerima pensiun, khususnya dalam hal peserta berhenti karena pensiun atau penerima pensiun meninggal dunia, maka pembayaran hak akan dilakukan satu paket, yaitu untuk :

      - Berhenti karena pensiun, haknya adalah Tabungan Hari Tua, Pensiun Pertama dan pengembalian uang Taperum ;

       - Penerima pensiun yang meninggal dunia, kepada Janda/Duda nya akan dibayarkan Uang Duka Wafat ( UDW ) dan Asuransi Kematian ( Askem ), pensiun terusan dan atau pensiun peninggalan ( bila ada ) serta pensiun Janda/Duda.

6. Syarat & Cara Pengurusan Hak Peserta

    a. Syarat-syarat Pengurusan Hak

        1. Kejadian bagi Peserta Aktif

            1.1 Berhenti Karena Pensiun ;

                  Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berhenti dengan mendapat hak pensiun berhak atas pembayaran Tabungan Hari Tua (THT) yang akan dilakukan bersamaan dengan pembayaran Pensiun Pertama dan pengembalian Tabungan Perumahan (TAPERUM) bagipensiun TMT 1Februari 1993.Untuk mendapatkan pembayaran tersebut, PNS yang bersangkutan terlebih dahulu diharuskan mengisi formulir SP4.A ( Surat Permohonan Pembayaran Pensiun Pertama ).

             1.2 Berhenti Karena Meningtgal Dunia

                   Dalam hal PNS /Peserta meninggal dunia, kepada Janda / Duda atau ahli warisnya, berhak atas Tabungan Hari Tua, asuransi Kematian, Pensiun Pertama dan pengembalian Tabungan Perumahan (Taperum ), dengan catatan Pembayaran Pensiun Pertama baru dapat dilaksanakan setelah SKEP pensiun Janda/Duda diterbitkan oleh Instansi peserta yang bersangkutan dan diajukan denan permohonan SP.4 B (Surat Permohonan Pembayaran Pensiun Pertama Janda/Duda).

                    Untuk dapat memperoleh pembayran hak tersebut di atas, Janda/Duda/Ahli Waris  peserta terlebih dahulu diharuskan mengisi formulir AKT.2 yang disyahkan oleh Pimpinan/Kepala Kantor/Instalansi.

             1.3 Berhenti Karena seba-sebab Lain

                   Pegawai negeri Sipil yang berhenti dengan hormat atau tidak dengan hormat sebelum mencapai usia pensiun berhak atas Nilai Tunai Tabungan Hari Tua dan Pengembalian pengembalian Tabungan Perumahan (TAPERUM). Untuk memperoleh pembayran hak tersebut, Pegawai Negeri yang bersangkutan terlebih dahulu diharuskan mengisi formulir AKt-1.

      2. Kejadian bagi Keluarga Peserta 

          Dalam hal keluarga Peserta (Suami / Istri/ anak) meningga dunia, kepada peserta dapat dibayarkan asuransi Kematian (askem) dengan ketentuan :

               - Istri /suami adalah istri /suami yang syah dan terdaftar / tertunjang dalam administrai kepegawaian / Instansi peserta ;

               - Anak, adalah anak peserta yang syah dan terdaftar dalam administrasi kepegwaian / Instansi peserta.

               - Pembayaran Asuransi Kematian anak hanya dapat dilakukan untuk 3 (tiga) kali peristiwa kematian anak.

          Untuk dapat memperoleh pembayaran hak Asuransi Kematian tersebut, PNS / Peserta yang bersangkutan terlebih dahulu diharuskan mengisi Formulir Akt-4.

       3. Kejadian bagi Pensiunan / Keluarga Pensiunan

          Dalam hal penerima Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan atau keluraganya ( Istri / Suami / anak) meninggal dunia, kepada y6ang bersangkutan dan atau ahli warisnya akan dibayarkan Asuransi Kematian 

         Untuk dapat memperoleh pembayran hak Asuransi Kematian tersebut, ahli waris dan atau pensiunan yan bersangkutan terlebih dahulu diharuskan mengisi formulir Akt-5 .

    b.Cara Pengurusan Hak

          Surat Permohonan Pembayaran (SPP) untuk semua jenis kejadian berikut lampiran lampirannya dapat di ajukan ke kantor Cabang PT.Taspen (Persero),sesuai dengan tempat kedudukan/domisili pegawai yang bersangkutan ,baik secara langsung maupun tidak langsung yaitu:

-Secara langsung , SPP di bawa dan di ajukan ke kantor cabang PT.Taspen (Persero),oleh peserta atau ahli warisnya .

-Secara tidak langsung , yaitu SPP di ajukan kekantor cabang PT.Taspen (Persero) melalui Jasa Pos. 

7. Rumus Perhitungan Hak Peserta

    Rumus perhitungan hak peserta berhenti dengan Hak Pensiun adalah :

    apabila kematian terjadi setelah Januari 2001 dan Peserta Pensiun atau Meninggal Dunia sebelum Januari 2001, maka P2 sama dengan Penghasilan saat Pensiun atau Meninggal Dunia.

( 0,60 * MI1 * P1 ) + ( 0,60 * MI2 ( P2 - P1 ))

Keterangan :

MI1    =    Masa iuran sejak menjadi peserta sampai dengan berhenti

MI2    =    Masa iuran sejak Januari 2001 sampai dengan berhenti

P1       =    Penghasilan terakhir yang dikonversi ke Tabel Gaji Pokok PNS 1997 (Terdiri dari Gaji Pokok +     Tunjangan Istri + Tunjangan Anak )

P2       =    Penghasilan pada / setelah bulan Januari 2001 berdasarkan Tabel Gaji Pokok PNS               2001 (Terdiri dari Gaji Pokok  + Tunjangan Isteri + Tunajangan Anak).

 * Peserta            :    2 * ( 1 + 0,1 B/12 ) *P2

 * Istri / Suami     :    1,50 * (1 + 0,1 C/12 ) * P2

 * Anak                :     0,75 * ( 1 +0,1 C/12 ) * P2

- Rumus Santuanan Hak Peserta yang berhenti karena keluar adalah :

                ( Faktor1 * P1 ) + ( Faktor2 * ( P2-P1))

Dimana faktor adalah suatu nilai konstanta yang ditetapkan Direksi PT. Taspen (Persero) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan.